Ledakan Tren Tempat Riding Populer di Era 2020an : Antara Surga Touring, Overcrowding, dan Masa Depan Komunitas Motor Indonesia
Dari Jalanan Sepi ke Era “Riding Lifestyle”
Bayangkan satu dekade lalu, riding motor hanya identik dengan kebutuhan transportasi. Namun memasuki era 2020an, semuanya berubah drastis. Riding bukan lagi sekadar perjalanan dari titik A ke titik B, tetapi menjadi gaya hidup, ekspresi diri, bahkan bentuk “healing” dari tekanan hidup modern.
Fenomena ini semakin kuat pasca pandemi COVID 19. Ketika mobilitas mulai pulih, masyarakat mencari kebebasan, dan motor menjadi alat eksplorasi paling fleksibel. Touring, sunmori, hingga night ride menjamur di berbagai kota. Bahkan event seperti touring malam di Semarang mampu menarik ratusan biker dalam satu kegiatan (Disway Jateng).
Dalam konteks ini, tempat riding populer pun mengalami transformasi besar. Dari jalur legendaris hingga destinasi baru yang viral di media sosial.
Namun di balik euforia ini, muncul dua sisi yang tidak bisa diabaikan. Ada perkembangan positif yang luar biasa, tetapi juga dampak negatif yang mulai terasa.
Bagian 1 : Apa yang Dimaksud Tempat Riding Populer di Era 2020an ?
Pertanyaan : Apa definisi tempat riding populer saat ini ?
Tempat riding populer di era 2020an adalah lokasi atau rute yang menjadi tujuan utama komunitas motor untuk touring, eksplorasi, atau sekadar berkendara santai, yang biasanya memiliki kombinasi antara akses jalan menarik, pemandangan indah, serta nilai sosial tinggi.
Jika dulu hanya jalur seperti Puncak atau Pantura yang terkenal, kini spektrum tempat riding jauh lebih luas.
Contohnya termasuk
Trans Flores yang dikenal sebagai jalur ekstrem sekaligus eksotis
Desa wisata seperti Karanganyar Magelang yang ramah biker
Destinasi alam seperti waduk, air terjun, hingga pegunungan
Fenomena ini dipicu oleh perubahan pola pikir biker yang kini mencari pengalaman, bukan sekadar tujuan.
Menurut laporan Galamedia, touring kini menjadi bagian dari gaya hidup urban, bahkan disebut sebagai bentuk “escape weekend” untuk melepas stres (Galamedia).
Pertanyaan : Apa yang membuat suatu tempat menjadi populer untuk riding ?
Ada beberapa faktor utama yang membuat sebuah tempat menjadi viral di kalangan rider.
Pertama adalah kualitas jalur. Rider menyukai jalan berkelok, elevasi naik turun, dan minim kemacetan.
Kedua adalah visual atau pemandangan. Era Instagram membuat destinasi dengan view dramatis menjadi magnet besar.
Ketiga adalah aksesibilitas. Lokasi yang bisa ditempuh dalam satu hari lebih cepat viral dibanding rute ekstrem multi hari.
Keempat adalah komunitas. Semakin banyak komunitas yang mengunjungi suatu tempat, semakin besar efek viralnya.
Kelima adalah event dan promosi. Misalnya program touring ke desa wisata yang diinisiasi perusahaan atau pemerintah (Kompas).
Bagian 2 : Apa Saja Tempat Riding Populer di Indonesia Era 2020an ?
Pertanyaan : Apa saja contoh tempat riding populer saat ini ?
Tempat riding populer bisa dibagi menjadi beberapa kategori besar.
Jalur legendaris tetap bertahan. Contohnya kawasan Puncak di Jawa Barat yang tidak pernah sepi dari rider (Aris Motor).
Jalur eksplorasi meningkat pesat. Salah satu yang paling terkenal adalah Trans Flores yang menawarkan perjalanan panjang dengan lanskap unik.
Destinasi wisata alam juga naik daun. Komunitas motor sering menjadikan air terjun, waduk, dan desa wisata sebagai tujuan touring.
Sebagai contoh, komunitas Vespa melakukan perjalanan ke Waduk Wonorejo untuk menikmati kombinasi riding dan wisata alam (Jatim Times).
Pulau Bali juga menjadi hotspot riding, dengan destinasi seperti air terjun dan pegunungan yang ramah untuk touring (KabarOto).
Pertanyaan : Apakah ada tren baru dalam pemilihan tempat riding ?
Ya, ada beberapa tren baru yang sangat mencolok.
Pertama adalah night riding. Banyak komunitas memilih riding malam karena suhu lebih nyaman dan lalu lintas lebih lengang (Disway Jateng).
Kedua adalah micro touring. Rider tidak lagi harus melakukan perjalanan jauh. Short trip 50 sampai 150 km menjadi tren baru.
Ketiga adalah motocamp. Riding sekaligus camping di alam terbuka menjadi gaya hidup baru.
Keempat adalah extreme adventure. Komunitas seperti Nusantara Ride bahkan melakukan perjalanan lintas pulau hingga ribuan kilometer (Realitas Online).
Bagian 3 : Apa Dampak Positif dari Tren Tempat Riding Populer ?
Pertanyaan : Apa dampak positif bagi pariwisata ?
Dampaknya sangat besar.
Riding membantu membuka destinasi baru yang sebelumnya tidak populer. Banyak desa wisata yang kini dikenal karena kunjungan komunitas motor.
Program desa wisata ramah berkendara bahkan secara langsung melibatkan komunitas untuk meningkatkan ekonomi lokal (Kompas).
Selain itu, kegiatan touring juga meningkatkan okupansi hotel, konsumsi UMKM, dan transportasi lokal.
Pertanyaan : Apa dampak positif bagi komunitas motor ?
Komunitas menjadi lebih solid.
Kegiatan riding mempererat hubungan sosial antar anggota. Bahkan event seperti Nocturnity Ride disebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan antar biker (Disway Jateng).
Selain itu, komunitas juga berkembang secara nasional. Banyak komunitas kini memiliki jaringan lintas kota hingga lintas pulau.
Pertanyaan : Apa dampak positif bagi individu rider ?
Bagi individu, riding memberikan manfaat psikologis.
Touring dianggap sebagai bentuk healing. Sensasi berkendara, udara segar, dan eksplorasi alam membantu mengurangi stres.
Selain itu, riding juga meningkatkan skill berkendara dan pemahaman teknis motor.
Bagian 4 : Apa Dampak Negatif dari Popularitas Tempat Riding ?
Pertanyaan : Apakah over tourism terjadi di dunia riding ?
Ya, ini mulai terlihat jelas.
Tempat yang terlalu populer mengalami kepadatan tinggi, terutama saat weekend.
Jalur seperti Puncak sering mengalami kemacetan ekstrem, yang justru mengurangi pengalaman riding itu sendiri.
Fenomena ini mirip dengan pariwisata massal pada umumnya.
Pertanyaan : Apa dampak terhadap lingkungan ?
Dampaknya cukup serius.
Peningkatan jumlah rider ke daerah alam menyebabkan potensi kerusakan lingkungan.
Sampah, polusi suara, dan kerusakan jalan menjadi isu yang mulai muncul.
Pertanyaan : Apa risiko keselamatan yang meningkat ?
Risiko kecelakaan meningkat seiring meningkatnya jumlah rider.
Jalur populer sering menjadi lokasi kecelakaan karena
banyak rider pemula mencoba jalur ekstrem
overconfidence
kurangnya edukasi safety riding
Diskusi komunitas bahkan menekankan bahwa durasi riding dan kelelahan menjadi faktor utama risiko (Reddit).
Pertanyaan : Apakah ada diskriminasi terhadap rider di beberapa tempat ?
Menariknya, ada fenomena lain.
Beberapa tempat wisata atau fasilitas publik masih kurang ramah terhadap pengendara motor.
Keluhan seperti parkir terbatas atau akses terbatas masih sering muncul di komunitas (Reddit).
Ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah rider meningkat, belum semua tempat siap menerima mereka.
Bagian 5 : Bagaimana Masa Depan Tempat Riding Populer ?
Pertanyaan : Apakah tren ini akan terus berkembang ?
Sangat besar kemungkinan iya.
Beberapa faktor yang mendukung antara lain
jumlah pengguna motor di Indonesia yang sangat besar
biaya touring yang relatif murah dibanding mobil
budaya komunitas yang kuat
Selain itu, tren gaya hidup outdoor dan eksplorasi diprediksi akan terus meningkat.
Pertanyaan : Apa perubahan yang akan terjadi ?
Kemungkinan besar akan terjadi beberapa perubahan besar.
Pertama, digitalisasi rute. Aplikasi dan GPS akan semakin menentukan popularitas jalur.
Kedua, regulasi. Pemerintah kemungkinan akan mulai mengatur jalur wisata riding.
Ketiga, segmentasi. Akan ada pemisahan antara rider santai dan rider adventure ekstrem.
Pertanyaan : Apa tantangan terbesar ke depan ?
Tantangan utamanya adalah keseimbangan antara popularitas dan keberlanjutan.
Jika tidak dikelola dengan baik, tempat riding bisa mengalami penurunan kualitas akibat over eksploitasi.
Bagian 6 : Bagaimana Strategi Mengelola Tempat Riding Populer ?
Pertanyaan : Apa solusi untuk dampak negatif ?
Beberapa solusi yang bisa diterapkan antara lain
Edukasi safety riding secara masif
Pengelolaan wisata berbasis komunitas
Pembatasan jumlah pengunjung di lokasi tertentu
Pengembangan destinasi alternatif
Pertanyaan : Apa peran komunitas motor ?
Komunitas memiliki peran sangat besar.
Mereka bisa menjadi agen edukasi, menjaga lingkungan, dan membantu promosi wisata yang bertanggung jawab.
Kesimpulan :
Riding di Persimpangan Jalan
Era 2020an adalah titik balik dunia riding di Indonesia.
Dari sekadar hobi menjadi gaya hidup. Dari jalur biasa menjadi destinasi wisata. Dari komunitas kecil menjadi jaringan nasional.
Namun seperti dua sisi koin, popularitas membawa berkah sekaligus tantangan.
Jika dikelola dengan baik, tempat riding bisa menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang luar biasa.
Jika tidak, ia bisa menjadi korban dari kesuksesannya sendiri.
Pilihan ada di tangan kita sebagai rider.
Referensi :
* Komunitas Motor Touring ke Desa Wisata Ramah Berkendara
https://otomotif.kompas.com/read/2022/10/16/174535315/komunitas-motor-touring-ke-desa-wisata-ramah-berkendara (Kompas)
* Nocturnity Ride Semarang 2025
https://diswayjateng.com/disway-semarang/nocturnity-ride-semarang-2025-ratusan-bikers-honda-ramaikan-touring-malam-penuh-gaya-musik-hits.html (Disway Jateng)
* 7 Rute Touring Motor Terindah di Indonesia 2025
https://galamedia.pikiran-rakyat.com/pariwisata/pr-359424467/7-rute-touring-motor-terindah-di-indonesia-2025-jalur-ikonik-untuk-liburan-anti-mainstream (Galamedia)
* Riding Seru Anak Vespa Blitar
https://tulungagung.jatimtimes.com/baca/221730/20200824/174100/riding-seru-anak-vespa-blitar-menikmati-sejuknya-waduk-terbesar-asia-tenggara (Jatim Times)
* Mau Riding di Bali Ini Tempat Wisata Pilihan Komunitas Motor
https://kabaroto.com/post/read/mau-riding-di-bali-ini-tempat-wisata-pilihan-komunitas-motor (KabarOto)
* Tahukah Anda Ini Destinasi Favorit Komunitas Motor di Jawa Barat
https://arismotor80.com/tahukah-anda-ini-destinasi-favorit-komunitas-motor-di-jawa-barat/ (Aris Motor)
* Touring Gila Komunitas Motor Adventure Lintasi 7 Pulau
https://www.realitasonline.id/otomotif/102414935588/touring-gila-komunitas-motor-adventure-lintasi-7-pulau-dalam-30-hari (Realitas Online)
* Diskusi komunitas rider Indonesia
https://www.reddit.com/r/indonesia/comments/f6efgq (Reddit)
* Diskusi diskriminasi terhadap pengendara motor
https://www.reddit.com/r/indonesia/comments/1czhco4 (Reddit)